GOLODOG GOLOPRAK

Kerangka Kerja Pendidikan Inklusi

Fenomena hasil pendidikan yang terlihat pada kehidupan sehari-hari saat ini:

  1. Meningkatnya ketidaksetaraan dalam berbagai bidang: kesejahteraan, kesempatan, keadilan.
  2. Adanya pembagian ruang antara pendidikan untuk anak orang kaya/miskin, anak cerdas/bodoh, anak berprestasi/lemah, anak berkebutuhan khusus/umum, sekolah swasta/negeri,

  1. Pemisahan budaya antara budaya luar yang disebut modern dengan budaya lokal (kampungan),
    Akibat dari fenomena menimbulkan kehancuran kekompakan dan hubungan sosial, berupa:
  • Masyarakat/orang yang minoritas akan dikucilkan dari komunitas yang luas,
  • Tingkat nilai-nilai kehidupan berada di bawah nilai-nilai penghargaan dan hak asasi manusia,
  • Migrasi yang tidak menentu,
  • Kepergian besar-besaran masyarakat pedesaan,
  • Urbanisasi yang tidak teratur sehingga memutuskan kekompakan tradisi leluhur,

Untuk mengurangi akibat fenomena di atas maka diperlukan lingkungan sosial inklusi. Hal ini erat kaitannya dengan praktik pendidikan inklusi. Dalam pendidikan inklusi mengembangkan:

  1. Konsep melayani kebutuhan untuk semua individu,
  2. Merespon kebutuhan belajar yang beragam,
  3. Tidak memandang suku, budaya, karakteristik individual,
    Pendidikan inklusi akan memberikan kesempatan semua orang untuk memperoleh kompetensi yang diinginkan agar dapat berpartisipasi pada area yang berbeda di kehidupan nyata.


9 Mei 2011 - Posted by | Keterampilan Mengajar, Kurikulum, Manajemen Anak, Manajemen Sekolah, Pendidikan | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: