GOLODOG GOLOPRAK

Belajar Terintegrasi?!

Kurikulum pendidikan di Indonesia sangat padat. Jumlah pelajaran dan bobot materi sangat berat sudah mulai diberikan dari mulai TK sampai SMA. Tidaklah mengherankan jika siswa dan guru harus “berlari sprint” untuk dapat merampungkannya tepat waktu. Jam belajar efektif pun kadang tidak sesuai dengan kalender akademik yang ditetapkan, karena kendala lapangan yang dihadapi oleh guru.   Integrated study merupakan jawaban dari masalah di atas. Kita dapat melakukan integrated study melalui:

  • tema
  • keterampilan belajar

Untuk tingkat TK sampai SD bisa menggunakan sistem tematik, sedangkan untuk SMP dan SMA bisa menggunakan integrasi pada bidang keterampilan belajar  (berpikir kritis, presentasi, eksplorasi, pengamatan, dll). Cara melakukan integrasi dimulai melalui tahapan:

  1. mengumpulkan kompetensi dasar atau keterampilan belajar dari berbagai mata pelajaran yang memiliki kesesuaian tujuan belajar.
  2. menentukan tema dari tujuan kompetensi dasar tersebut (biasanya diambil dari sains atau sosial).
  3. menentukan jenis kegiatan yang berkesinambungan untuk setiap mata pelajaran (nara sumber—> diskusi —> karya tulis —> presentasi —-> unjuk kerja).
  4. menentukan  alokasi waktu pemberian materi.
  5. menentukan cara penilaian hasil belajar.

Tidak semua mata pelajaran dapat diintegrasikan karena memiliki perbedaan dalam hal kompetensi dasarnya. Olah raga, matematika, sosial, musik, dan Pkn merupakan jenis pelajaran yang cukup sulit  untuk diintegrasikan. Hal ini dapat diantisipasi dengan memasukkan tema ke  dalam ilustrasi cerita, gambar di lembar kerja siswa, lagu dll. Harus diakui dalam mengintegrasikan pelajaran memerlukan kreativitas dan keterampilan guru,  agar dapat mencapai tujuan belajar dengan tepat. Keuntungan belajar secara terintegrasi adalah:

  • siswa belajar konsep secara menyeluruh,
  • Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bervariasi,
  • waktu belajar menjadi efektif,
  • beban pencapaian akademik lebih ringan,
  • Pemahaman siswa terhadap konsep dapat lebih optimal,
  • Siswa dapat menyelesaikan masalah secara bijaksana,

Cara belajar seperti ini dapat membuat siswa tertarik dan penasaran. Akibatnya mereka menjadi bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bagi gurunya dapat menjadi wahana belajar untuk mengembangkan keterampilan mengajar serta wawasan keilmuannya. SELAMAT MENCOBA!

12 Februari 2010 - Posted by | Keterampilan Mengajar, Kurikulum, Pendidikan | , ,

1 Komentar »

  1. Salam knal ya! Kunjungan perdana nich! Sukses slalu buat anda. Ditunggu kunjung baliknya.

    Komentar oleh Carissha | 18 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: