GOLODOG GOLOPRAK

REFORMASI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Ironis sekali kita mendengar begitu banyak kejadian korupsi, penindasan, ketidak adilan di semua bidang, tawuran, anarki dan pelanggaran hukum lainnya di Negara Indonesia tercinta. Pelakunya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan terjadi di semua level status sosial. Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka? Tidak ada rasa malu dan bersalah saat tertbukti melakukan pelanggaran hukum. Mereka tertawa ringan menanggapi tuduhan, bangga berbicara di media massa untuk membela diri, bahkan tidak sungkan menyuap aparat hukum agar dibebaskan dari segala konsekuensinya. Mengapa Bangsa Indonesia bisa seperti ini? Kemanakah arti 350 tahun perjuangan pahlawan kita selama ini? Setelah 64 tahun merdeka dan diperjuangkan dengan keringat serta darah pejuang bangsa, ternyata negeri ini dihancurkan oleh generasi penikmat kemerdekaan. Bila flash back ke tahun 1908 sampai 1945 para pahlawan memerjuangkan kemerdekaan dengan tujuan agar generasi Indonesia berikutnya dapat terbebas dari kemiskinan, kebodohan, penindasan dan bersatu untuk maju agar setara dengan bangsa lainnya. Tapi apa lacur saat ini?

Entah bagaimana pemerintah kita mengemas pendidikan Pancasila dalam pelajaran PMP, PSPB sampai akhirnya berganti menjadi PKn. Sudah 64 tahun Negara ini berdiri namun sedikit sekali warga negaranya yang berperilaku sesuai Pancasila. Padahal Pancasila diakui sebagai nafas hidup bangsa Indonesia. Kalaupun ada, mereka tenggelam dalam hiruk pikuk berita perilaku minus di sekitarnya. Adakah yang salah dengan pendidikan Pkn kita?

Seharusnya Pkn adalah pelajaran yang menanamkan nafas hidup bangsa. Artinya Pancasila diimplementasikan dalam kurikulum dan dilaksanakan dalam kegiatan aplikatif di sekolah. Tujuannya untuk menyiapkan generasi bangsanya menjadi orang yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, tertib hukum, cinta budaya lokal, beradab serta tanggap terhadap globalisasi. Jadi ajarkanlah mereka bagaimana menjadi anak bangsa yang bermartabat dalam perilaku dan bertanggung jawab. Berikut ini adalah saran yang bisa dilakukan dalam perubahan arah kurikulum pendidikan kewarganegaraan.

MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Note:

Artikel lain kunjungi http://mutiaraendah.wordpress.com

8 Desember 2009 - Posted by | Pendidikan | , , , ,

1 Komentar »

  1. sebagai pendidik yang baik seharusnya bisa memberi contoh perilaku yang mencerminkan dari pancasila tersebut, pendidik tidak hanya bisa memberi nasehat atau memberi pelajaran dari membaca buku saja tapi harus sesuai dengan tindak tanduk yang mencerminkan pengamalan dari sila sila pancasila

    Komentar oleh SNS Alhadi | 18 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: