GOLODOG GOLOPRAK

Meningkatkan Disiplin Dalam Belajar

Menjadi rahasia umum bahwa suasana belajar di sekolah agak kurang diminati oleh siswa. Mereka lebih senang menghabiskan waktu dengan teman-temannya di mall, warung internet, game online, bermain playstation, atau berkumpul di sebuah tempat yang tidak diketahui oleh guru ataupun orang tua. Akhirnya orang tua resah karena prestasi akademik menurun dan perilaku mereka sulit dikendalikan. Mungkin yang bisa dilakukan oleh guru ataupun staf sekolah dalam menghadapi masalah ini adalah:

  • Temukan masalah dan nyatakan langkah untuk memerbaiki,
  • Buatlah aturan dengan konsisten serta konsekuensi yang adil. Bisa lakukan sistem pencatatan masalah serta penanganan yang telah dilakukan,
  • Fokus untuk membangun perilaku positif siswa untuk percaya diri sendiri, membuat pencapaian tujuan hidup, serta membantu mencapai target harian.

Strategi yang bisa kita lakukan agar mereka mau bekerja sama dengan sekolah adalah:

  • Meminta siswa untuk menuliskan cara agar sukses di sekolah,
  • Berbicara dengan siswa secara individu dan memberi motivasi,
  • Memberikan motivasi pada mereka untuk menetapkan tujuan, percaya diri sendiri, serta cara meraih impian,
  • Memberikan layanan komunikasi dengan orang tua yang anaknya gagal dalam perbaikan perilaku. Sekolah menyertakan catatan dan memberikan konsekuensinya,
  • Pemberian penghargaan atas pencapaian dalam bidang perilaku, akademik, kreativitas, prestasi olah raga dsb. Kemudian publikasikan kepada orang tua dan juga staf sekolah,
  • Meningkatkan pengawasan terhadap perilaku siswa,
  • Mengijinkan intervensi dari pihak lain untuk membantu anak yang bermasalah dalam hal perilaku. Contoh intervensi tersebut adalah hadirnya profesi lain di sekolah seperti psikolog, dokter,polisi atau terapis. Selain itu sekolah pun menyediakan fasilitas pelatihan berupa manajemen emosi, super camp, konseling per grup sesuai dengan kasusnya, parenting, konsultasi, dsb.

Perlu diingat bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman,bersih, nyaman serta teratur untuk belajar. Hal ini bertujuan agar anak didik dapat mencapai prestasi tertinggi di bidangnya.

sumber: Russ Thompson, Ed.D

About these ads

31 Januari 2010 - Posted by | Manajemen Anak, Manajemen Sekolah, Pendidikan | , , ,

2 Komentar »

  1. Anak itu unik, satu dengan lain berbeda. Yang satu ingin ke mal sebab di mal AC, ada warung kopi, lihat artis cantik …. tentunya harus keluar uang…. yang satu ingin belajar sungguh-sungguh sebab dirumah tidak punya e-book dan yang lain lagi pokoknya aku keluar dari penjara rumah, sebab dirumah ortunya cerai dan hanya tinggal sama pembantu…. terussssss sampai di sekolah sumuk, tidak nyaman, satu kelas di isi 40 bahkan lebih, dannnnnn ditambah guru-guru masuk kelas tanpa basa-basi langsung nerocos …… tancap gas seperti tukang taksi dikejar setoran …. murid mana yang betah di kelas.
    Meningkatan Disiplin belajar anak …. Disiplin.. kalau diartikan adalah latihan batin dan watak dengan maksud supaya perbuatannya selalu mentaati tata tertib …. berarti masuk ranah afektif. karena masuk ranah afektif maka keteladanan dari guru peringkat 1 dan ….. seterus terserah anda …. saten toya kelapa, cekapsamanten atur kawula (santan air kelapa, hanya sekian bicara saya)

    Komentar oleh sri wahyuni | 24 Februari 2010 | Balas

  2. boleh nanya ga? artikel ini bersumber dari buku apa ya? dan siapa pengarangnya…

    Mohon jawabannya ya…
    Thx a lot b4

    Komentar oleh wia | 12 Juli 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: