GOLODOG GOLOPRAK

BAGAIMANA BELAJAR MATEMATIKA ITU?

I SEE, I FORGET
I HEAR, I REMEMBER
I DO, I UNDERSTAND

Sering kita menemukan beberapa orang tua atau guru yang memiliki penilaian bahwa siswa yang cerdas adalah siswa yang jago matematika.  Ditambah lagi adanya persepsi masyarakat bahwa matematika adalah ilmu pasti yang sulit dikerjakan, tidak kreatif, abstrak tidak realitas, merupakan sekumpulan aturan yang harus diingat,  sebuah ujian kecepatan berhitung, dan hanya untuk orang cerdas. Tidaklah mengherankan bila siswa menjadi alergi dengan pelajaran tersebut karena sulit, metode belajarnya tidak menyenangkan, dan menjadi tolok ukur kecerdasan seseorang. Mereka takut apabila nilai matematikanya tidak bagus maka label bodoh akan segera menempel pada pundaknya. Bagaimana mungkin kecerdasan seseorang hanya diukur dari nilai matematika saja? Matematika merupakan ilmu  yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari.  Selain itu tujuan utama pembelajaran matematika sebenarnya adalah mengajarkan anak untuk:

  • berpikir secara sistematis (runut dan berkesinambungan)
  • logis (dapat diterima oleh akal pikiran)
  • kreatif (menyelesaikan masalah di luar kebiasaan)
  • strategi (kecakapan untuk menghadapi situasi tertentu)
  • mencari hubungan (mengaitkan beberapa konsep untuk menyelesaikan masalah)

Belajar matematika bukan hanya sekedar membaca dan menulis simbol matematika, menghitung angka, mengolah data dan juga menghafal rumus-rumus.  Kita perlu menelaah lebih jauh bahwa matematika pun mengajarkan keterampilan untuk,

  • berkomunikasi,
  • berekplorasi,
  • melakukan estimasi,
  • aproksimasi (pendekatan nilai),
  • menggunakan skala,
  • kesetaraan/kesebangunan,
  • membaca dan membuat pola.

Anak kita saat ini lebih banyak dilatih untuk dapat berhitung secara cepat dan tepat sehingga mereka mengikuti berbagai les mental aritmatika. Bila kita mau jujur perlukah mereka melakukan itu? Bila hanya sekedar menghitung cepat dan tepat kita dapat menggunakan peralatan canggih seperti kalkulator atau program excel, hasilnya sudah pasti lebih akurat. Sedangkan otak mereka lebih baik distimulasi untuk berpikir kritis, menuangkan gagasan dalam menyelesaikan masalah matematika, memaknai matematika di kehidupan sekitar serta mengaplikasikannya dalam keseharian.

Keberhasilan pembelajaran matematika bukan karena mendapat nilai 10, mengapa? Karena belajar matematika merupakan proses untuk memaknai kejadian dalam kehidupan yang berkaitan dengan matematika. Biarkan siswa belajar karena ingin bukan karena diminta oleh guru/orang tua. Tugas guru adalah memotivasi siswa untuk mengerti manfaat matematika dalam keseharian. Siswa belajar matematika dapat melalui:

  1. mengemukakan pendapat
  2. membuktikan alasan
  3. mencari
  4. menemukan rumus sendiri
  5. menyajikan solusi dalam bentuk tabel/grafik/gambar, dll

Pengalaman belajar yang menarik akan menjadikan siswa termotivasi untuk menguasai materi yang diberikan. Materi matematika yang harus dikuasai oleh siswa adalah: bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, peluang/data dan statistik.

Bagaimana agar siswa mau belajar matematika?

  • Ajarkan dengan cara menyenangkan!
  • Jangan terburu-buru dalam mengajarkan materi,
  • Berikan pembelajaran bermakna dengan mengaitkan materi dan manfaat di kehidupan sehari-hari,
  • Ajak siswa untuk berekplorasi melalui pengalaman praktik, eksperimen, penyajian masalah, presentasi, permainan, membuat cerita, dll
  • Berikan penghargaan terhadap berbagai jawaban kreatif yang diberikan oleh siswa,
  • Hargai proses bukan hasil akhir! Berikan waktu yang cukup pada siswa untuk menyelesaikan masalah/soal,
  • Tidak mengajarkan cara cepat bila siswa belum menguasai materi.

Berikan penjelasan kepada siswa bahwa belajar matematika adalah:

  1. bersifat eksperimen, eksploratif, dan kreatif
  2. aplikatif dan dapat dipergunakan untuk  secara praktis
  3. terbuka dan dapat dipelajari oleh semua orang

Prinsip belajar matematika adalah:

  • dimulai dari nyata —-> abstrak
  • dimulai dari masalah sederhana—-> sulit
  • runut

Teaching is build understanding and helping  children to learn what learning is? Asking them to make connection, communication and reflection to solve the problem.

About these ads

2 Januari 2010 - Posted by | Kurikulum, Pendidikan | , ,

5 Komentar »

  1. harusnya materi pada matematika diakitkan dengan kehidupan sehari-hari

    Komentar oleh handikas | 2 Januari 2010 | Balas

  2. betul sekali!

    Komentar oleh mutiaraendah | 2 Januari 2010 | Balas

  3. Siip oke,,,

    Komentar oleh kubaat | 2 Januari 2010 | Balas

  4. matematika ilmu yang gampang2 susah untuk di pelajari….,

    Komentar oleh tyan's | 7 Januari 2010 | Balas

  5. saya takut matematika..

    Komentar oleh [[bondiebluesy]] | 8 Januari 2010 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: